Jogja memang istimewa. Tiada matinya. Destinasi wisatanya tiada habisnya.
Hari menjelang fajar sidiq ketika kami tiba di sebuah desa "sebelah kidul gunung kidul". Mangunan, sebuah desa yang eksotik.
Turun dari bis kami serombongan yang masih setengan mengantuk harus pindah naik pik up. Berdesakan, kedinginan, kami menaiki pik up yang menyusuri jalan-jalan sempit di tengah hutan jati yang mengering.
Menjelang subuh kami sampai di sebuah bukit yang disebut bukit panguk. Tentu saja suasana masih sepi. Sebentar kemudian waktu subuh tiba. Setelah sholat bersama kami mulai menyusuri bukit menuju arah timur di ke tepi tebing dengan jurangnya yang lumayan dalam.
Rupanya kami tidak sendirian. Segera berdatangan wisatawan-wisatawan lain, dan tebing di bukit kecil itupun penuh pengunjung. Kami semua menanti keajaiban alam ciptaan Tuhan, Sunrise !.
Dan tentu saja begitu "trontong, trontong srengenge mlethek" langsung deh cekrak cekrek bunyi kamera di sana sini terdengar menambah keramaian di tepi tebing bukit panguk mangunan gunung kidul jogjakarta.
Baik kamera hape maupun kamera sungguhan bereaksi menangkap aksi para model dadakan yang ngeksis mengabadikan moment nan eksotis ini.
"Seandainya saja ada awan akan lebih indah. Kita seperti berada di sebuah negeri di atas awan" Kata salah seorang tur gaet yang menemani kami.
"Oke bapak-ibu semua, selanjutnya bapak-ibu mau memetik buah atau mau langsung sarapan tiwul?" tanya tur gaet pada kami.
"Sarapan tiwul !…" kompak kami menjawab.
"Baiklah, kita sarapan dulu di Pasar Seni Kaki langit." sergah tur gaet kami.
"Ayooo gassss"
Hari menjelang fajar sidiq ketika kami tiba di sebuah desa "sebelah kidul gunung kidul". Mangunan, sebuah desa yang eksotik.
Turun dari bis kami serombongan yang masih setengan mengantuk harus pindah naik pik up. Berdesakan, kedinginan, kami menaiki pik up yang menyusuri jalan-jalan sempit di tengah hutan jati yang mengering.
Menjelang subuh kami sampai di sebuah bukit yang disebut bukit panguk. Tentu saja suasana masih sepi. Sebentar kemudian waktu subuh tiba. Setelah sholat bersama kami mulai menyusuri bukit menuju arah timur di ke tepi tebing dengan jurangnya yang lumayan dalam.
Rupanya kami tidak sendirian. Segera berdatangan wisatawan-wisatawan lain, dan tebing di bukit kecil itupun penuh pengunjung. Kami semua menanti keajaiban alam ciptaan Tuhan, Sunrise !.
Dan tentu saja begitu "trontong, trontong srengenge mlethek" langsung deh cekrak cekrek bunyi kamera di sana sini terdengar menambah keramaian di tepi tebing bukit panguk mangunan gunung kidul jogjakarta.
Baik kamera hape maupun kamera sungguhan bereaksi menangkap aksi para model dadakan yang ngeksis mengabadikan moment nan eksotis ini.
"Seandainya saja ada awan akan lebih indah. Kita seperti berada di sebuah negeri di atas awan" Kata salah seorang tur gaet yang menemani kami.
"Oke bapak-ibu semua, selanjutnya bapak-ibu mau memetik buah atau mau langsung sarapan tiwul?" tanya tur gaet pada kami.
"Sarapan tiwul !…" kompak kami menjawab.
"Baiklah, kita sarapan dulu di Pasar Seni Kaki langit." sergah tur gaet kami.
"Ayooo gassss"






