Benteng Portugis adalah sebuah bangunan benteng pertahanan militer yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. (1)
Pada sejarahnya,Benteng Portugis Jepara dibangun Portugis pada tahun 1632, pada masa Sultan Agung memerintah Kerajaan Mataram.
Benteng Portugis ini dibangun dengan prakarsa hasil perjanjian antara kerjaan Mataram dengan pihak Portugis.
Fungsi Benteng Portugis ini sebagai pusat pertahanan dan menjaga lintas pelayaran dari ancaman VOC karena pada saat itu Mataram berseteru dengan VOC.
Mitos yang berkembang, menceritakan bangsa Portugis hanya beberapa tahun saja menempati benteng ini.
Banyaknya gangguan yang memakan korban kiranya menjadi salah satu alasannya. Di Selat Mandalika itu ada pusaran air laut.
Menurut cerita rakyat sekitar, pusaran air itu adalah pintu gerbang Keraton Luweng Siluman yang dirajai oleh Siluman Bajul Putih.
Banyaknya gangguan yang memakan korban kiranya menjadi salah satu alasannya. Di Selat Mandalika itu ada pusaran air laut.
Menurut cerita rakyat sekitar, pusaran air itu adalah pintu gerbang Keraton Luweng Siluman yang dirajai oleh Siluman Bajul Putih.
Setiap ada orang berkulit putih seperti bangsa Portugis pastilah tersedot ke dalam laut hilang entah kemana. Kejadian itu sesuai dengan sumpah Siluman Bajul Putih ketika dikalahkan oleh Ki Leseh (salah seorang nayoko projo jaman Ratu Kalinyamat)
Siluman itu bersumpah kalau ada orang yang berkulit putih seperti kulitnya lewat di atas pintu gerbang Luweng Siluman itu, akan disedot ke dalam laut.
Ada juga yang berlasan lain adalah lalu lintas perdagangan yang waktu Kerajaan Demak dipusatkan melalui laut, dengan pindahnya Kerajaan Demak ke Pajang, lalu lintas perdagangan berubah melalui jalan darat. Para perompak di perairan Jepara banyak yang beralih menjadi perampok, mereka merampok mangsanya dalam perjalanan di tengah hutan.
Perjalanan dagang melalui laut menjadi aman. Benteng itu akhirnya ditinggalkan begitu saja hingga bertumbuh semak belukar. Jarang sekali orang berani memasuki benteng itu. Meturut penuturan warga mereka takut diganggu roh-roh penghuni benteng itu.
Kini Benteng itu jadi sarana Wisata yang menarik di Jepara. Banyak perbaikan yang dilakukan pemda Jepara untuk memperbaiki situs ini.
Jika dulu hanya berupa reruntuhan seperti benteng di atas bukit. Lebih menyerupai gardu pandang saja, kini ditata makin bagus. Ada pedestrian yang melingkari bukit sepanjang pantai. Gerbang masukpun dibikin lebih layak disebut Benteng.
Selain itu dibangun sarana dan ditata sedemikian rupa sehingga situs benteng ini menjadi tempat wisata.
Bagi anda yang suka berfoto ria, di jamin tak akan kehabisan spot foto. Mulai dari sudut sudut unik yang alami. Semacam tebing bukit yang unik dengan bentuk batuan seperti berlapis-lapis, tetumbuhan yang tumbuh di atas batu dengan akar yang menyusup diantara bebatuan.
Garis pantai di sini juga unik. Jika pantai lain kebanyakan berpasir. Di pantai Benteng Portugis ini justru berbatu padas. Batuan ini juga membentuk pola unik di sepanjang pantai.
Hampir tidak ada sudut yang tidak unik secara alami di komplek situs Benteng Portugis ini
Selain spot-spot alami, tentu saja yang buatan manusia juga tak kalah menarik untuk befoto.









