Suralaya, kahyangan tempat bersemayam para dewa, adalah tempat yang wingit, gawat keliwat-liwat, dan penuh wibawa. Dari sanalah sumber kekuatan yang menguasai jagad. Sebagi tempat persemayaman para dewa, sungguh sangat diluar jangkauan akal, seorang titah ngarcapada mampu mencapainya, kecuali bahwa ia memiliki nyali dan kemampuan yang luar biasa. Sesuai namanya, sura berarti berani, dan laya yang berarti kematian, maka seorang titah yang kementhus menjejakkan kakinya di Suralaya wajib menyadari bahwa dirinya saat itu tengah berjudi dengan taruhan nyawa. Demikain wingitnya, sampai-sampai diibaratkan sato moro sato mati, jalmo moro keplayu. Dari singgasana yang penuh cahaya, kahyangan Suralaya memberikan nuansa yang penuh wibawa, tak terbatas kekuasaannya atas jagad yang gumelar, sak lumahing bumi, sak kurebing langit. Kewingitan Jonggringsalaka, sebutan lain untuk Suralaya, semakin terasa dengan keberadaan kawah Candradimuka, tempat para dewa nakal yang perlu diluruskan akhlak dan perilakunya.
Tampaknya demikian pula jika kita hendak ke kawasan Suralaya. Sebuah kawasan di lereng barat pegunungan Muria. Tepatnya di bawah puncak Triangulati, salah satu puncak di pegunungan Muria. Tepatnya di desa Bungu Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Jawa Tengah.
Untuk mencapai Suralaya (Suroloyo) dibutuhkan nyali yang cukup besar, karena untuk menuju ke sana harus melalui Medan off road, serta harus mendaki tebing curam hingga sampai pada air terjun "Mandalashana" tempat untuk bersuka gembira.
Kami serombongan titah ngarcapada dari Sanggar kabudayan "BTS" dan jawara TOUR and travel DM TOUR, Saba tour, Karunia Tour and Travel, serta Puspa Wisata, bertekad ngambah Suroloyo. Kami ingin berbagi "Nandana" di sana (taman indah di Suroloyo).
Ya Suroloyo memang taman indah tempat kita bersuka cita, ke sana serasa bertualang di kahyangan para dewa.
Ayo siapa punya nyali ke sana ?
Ya Suroloyo memang taman indah tempat kita bersuka cita, ke sana serasa bertualang di kahyangan para dewa.
Ayo siapa punya nyali ke sana ?